Resep Kue Bangket Kacang Tradisional | NastarKastengel
Resep Kue Bangket Kacang Tradisional
← Kembali ke daftar artikel

Resep Kue Bangket Kacang Tradisional

Resep Kue Homemade
17 Aug 2026 Diperbarui 02 Oct 2026 NastarKastengel
Ringkasan Artikel

Kue bangket kacang adalah kue kering tradisional khas Betawi yang populer di Jakarta dan sekitarnya. Kue berbentuk bulan sabit atau bulat ini memiliki tekstu...

⏱ Waktu baca: ~5 menit · 1,034 kata

Kue bangket kacang adalah kue kering tradisional khas Betawi yang populer di Jakarta dan sekitarnya. Kue berbentuk bulan sabit atau bulat ini memiliki tekstur renyah dan lumer di mulut dengan rasa gurih kacang tanah yang khas. Berbeda dengan kue kering Lebaran lainnya, kue bangket menggunakan kacang tanah sebagai bahan utama yang memberikan cita rasa unik dan aroma harum yang menggoda. Resep kue bangket kacang tradisional ini menggunakan bahan-bahan sederhana dan teknik pembuatan yang diwariskan turun-temurun. Artikel ini akan membahas resep kue bangket kacang tradisional secara lengkap, mulai dari sejarah, bahan, langkah pembuatan, hingga tips sukses.

Sejarah Kue Bangket Kacang

Kue bangket kacang adalah kue tradisional yang berasal dari Betawi, Jakarta. Nama 'bangket' sendiri berasal dari bahasa Belanda 'banket' yang berarti kue kering atau kue pesta — menunjukkan pengaruh kolonial dalam kuliner Nusantara. Kue ini awalnya dibuat oleh masyarakat Betawi sebagai hidangan untuk menyambut tamu dan perayaan hari besar seperti Lebaran, pernikahan, dan kelahiran. Berbeda dengan kue kering modern yang menggunakan banyak mentega, kue bangket mengandalkan kacang tanah sebagai sumber lemak dan rasa gurihnya. Kue bangket kacang menjadi populer di kalangan masyarakat karena bahan-bahannya yang murah dan mudah didapat serta cara pembuatannya yang sederhana. Hingga kini, kue bangket kacang tetap menjadi salah satu kue kering favorit yang selalu hadir di meja tamu saat Lebaran, terutama di Jakarta dan daerah sekitarnya.

Bahan-Bahan Kue Bangket Kacang Tradisional

Bahan utama kue bangket kacang tradisional: 250 gram kacang tanah kupas yang disangrai atau digoreng tanpa minyak hingga matang, 150 gram tepung terigu protein rendah seperti Kunci Biru, 100 gram gula halus, 100 ml minyak sayur atau minyak kelapa, 1 butir kuning telur ukuran besar, 1/4 sendok teh garam halus, dan 1/4 sendok teh vanili bubuk. Bahan olesan: 1 kuning telur dicampur 1 sendok teh minyak sayur dan sedikit pewarna kuning. Untuk variasi, beberapa resep menambahkan 25 gram maizena untuk tekstur lebih renyah atau 1 sendok teh kopi bubuk untuk aroma khas. Kacang tanah adalah bintang utama resep ini — pilih kacang tanah kupas yang segar, tidak tengik, dan berukuran seragam. Sangrai kacang sendiri di rumah untuk hasil terbaik karena kacang sangrai kemasan sering sudah terlalu matang atau kurang segar.

Resep Kue Bangket Kacang Tradisional Langkah Demi Langkah

Langkah pertama: sangrai kacang tanah kupas di atas wajan tanpa minyak dengan api kecil sambil diaduk terus hingga matang merata dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, dinginkan. Langkah kedua: haluskan kacang tanah yang sudah dingin menggunakan blender atau chopper — jangan terlalu halus hingga menjadi pasta, cukup hingga tekstur seperti tepung kasar dengan sedikit gerigi untuk tekstur renyah. Langkah ketiga: campur kacang halus dengan tepung terigu yang sudah diayak, gula halus, garam, dan vanili. Aduk rata. Langkah keempat: tambahkan minyak sayur dan kuning telur ke dalam campuran kering. Aduk dengan spatula atau tangan bersih hingga adonan bisa dipulung dan tidak lengket. Jika adonan terlalu lembek, tambahkan 1-2 sendok makan tepung — jika terlalu kering, tambahkan 1 sendok makan minyak. Langkah kelima: ambil sedikit adonan, bentuk bulat atau bulan sabit di atas loyang yang dialasi kertas roti. Untuk bentuk bulan sabit, gulung adonan memanjang lalu tekuk sedikit. Langkah keenam: olesi permukaan dengan kuning telur campuran minyak menggunakan kuas halus. Langkah ketujuh: panggang dalam oven bersuhu 140 derajat Celcius selama 25-30 menit hingga kuning keemasan. Dinginkan sepenuhnya di rak kawat.

Tips Mendapatkan Tekstur Renyah Lumer

Tekstur kue bangket kacang yang renyah dan lumer di mulut adalah ciri khas yang harus dipertahankan. Berikut tips untuk mendapatkan tekstur sempurna: pertama, sangrai kacang tanah hingga benar-benar kering dan matang — kacang yang kurang matang akan menghasilkan bangket yang lembek dan tidak renyah. Kedua, giling kacang dengan tekstur yang tepat — terlalu halus akan membuat bangket seperti pasta, terlalu kasar akan membuat tekstur hancur. Ketiga, perbandingan kacang dan tepung harus seimbang — terlalu banyak kacang membuat bangket mudah hancur, terlalu banyak tepung membuat bangket keras. Keempat, gunakan minyak sayur berkualitas baik — minyak kelapa memberikan aroma khas yang lebih harum. Kelima, jangan overmix adonan — cukup aduk hingga semua bahan tercampur rata. Keenam, panggang dengan suhu rendah dan waktu yang cukup — suhu terlalu tinggi akan membuat bangket cepat gosong di luar namun masih mentah di dalam.

Variasi Kue Bangket Modern

Kue bangket kacang tradisional bisa dikreasikan menjadi variasi modern. Kue bangket coklat mengganti 25 gram tepung dengan coklat bubuk dan menambahkan 30 gram chocolate chips ke dalam adonan. Kue bangket keju menambahkan 50 gram keju edam parut ke dalam campuran kacang untuk rasa gurih yang lebih kuat. Kue bangket pandan menambahkan 1 sendok teh pasta pandan dan mengurangi 1 sendok makan minyak — menghasilkan warna hijau alami dan aroma wangi. Kue bangket wijen dengan baluran wijen di permukaan sebelum dipanggang untuk tekstur renyah ekstra dan tampilan yang menarik. Kue bangket isi selai seperti selai nanas atau coklat dengan cara membuat lubang di tengah adonan lalu diisi selai setelah dipanggang. Kue bangket mini dengan ukuran lebih kecil cocok untuk camilan sekali gigit dan hampers. Setiap variasi tetap mempertahankan rasa kacang khas kue bangket dengan sentuhan baru.

Cara Menyimpan Kue Bangket Kacang

Kue bangket kacang memiliki kandungan minyak yang lebih tinggi dibanding kue kering lain sehingga penyimpanan harus diperhatikan agar tidak tengik. Simpan kue bangket dalam toples kedap udara setelah benar-benar dingin — jangan menyimpan saat masih hangat karena uap akan membuat bangket lembek dan mempercepat ketengikan. Tambahkan silica gel food grade ke dalam toples untuk menyerap kelembaban dan memperpanjang kesegaran. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung. Kue bangket kacang bisa bertahan 2-3 minggu dalam penyimpanan yang tepat. Jika disimpan di kulkas, kue bangket bisa bertahan hingga 1 bulan — namun keluarkan 30 menit sebelum disajikan agar kembali ke suhu ruang. Jangan menyimpan kue bangket bersama kue kering lain yang beraroma kuat seperti kastengel karena kue bangket mudah menyerap aroma. Jika kue bangket mulai melembek, hangatkan di oven 100 derajat Celcius 5-7 menit.

Selamat Mencoba!

Resep kue bangket kacang tradisional ini adalah warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan. Dengan bahan sederhana seperti kacang tanah, tepung, dan gula, Anda bisa membuat kue kering yang renyah, lumer di mulut, dan penuh cita rasa. Kue bangket kacang membuktikan bahwa kesederhanaan justru menghasilkan keistimewaan. Cocok untuk camilan Lebaran, hampers kue kering, atau teman minum teh di sore hari. Selamat mencoba dan nikmati kelezatan kue bangket kacang tradisional buatan sendiri.

Produk Terkait

Lihat Semua Produk
NastarKastengel
Kontributor Artikel